Satu Pemimpi dan Bualannya
pagi ini terlalu sibuk, ada yang datang dari segala antero langit bagian. para pionir baru yang mengangkatkan kakinya untuk tujuan yang mulia. ini sudah yang ke 10 mereka datang dan memulai merajut mimpi.
........
aku terbangun dipagi yang membuatku bingung, bukan karena tak mensyukuri atas apa yang dberikan, namum serasa tak percaya bahwa aku akan memulai suatu hidup baru. badan ku masih terkulai lemas, karena memang saat itu aku masih terserang virus campak. seluruh tubuhku masih telihat kemerahan, sebelumnya aku juga terserang penyakit yang menurutku begitu mematikan. bagaimna tidak ? untuk makan saja susahnya minta apun, obatnya pun pahit sekali.
tak ku saiakan waktu yang terus berganti tanpa berniat untuk bernegosiasi pada ku.
semoga niat ini menjadi obat agar aku sembuh.
" Maa. . barang" aak lah di bungkus gale e lom ?" tanya ku pada ibu,
" Lah, ak, mandi gi lahh, lah berpae hari dk asi mndi, mandi" jawab ibu.
"Aoklahh, ngah ucok jam berape nk nganter kite ?"
ngah Ucok adalah paman ku yng akan mengantarkan ku kesana.
"tadi mama mintak jam 7.30 ke rumah, maka tu cepet men lah, " jawab ibu.
"Aoglah gee. . " gerutu ku.
akhirnya waktu tepat menunjukkan pukul 7.30.21 WIB.
akhh. .saatnya pergi,
merajut mimpi,
membuat pribadi,
perbaiki diri (benarkah itu ?)
***************************
to be contiuned
pagi ini terlalu sibuk, ada yang datang dari segala antero langit bagian. para pionir baru yang mengangkatkan kakinya untuk tujuan yang mulia. ini sudah yang ke 10 mereka datang dan memulai merajut mimpi.
........
aku terbangun dipagi yang membuatku bingung, bukan karena tak mensyukuri atas apa yang dberikan, namum serasa tak percaya bahwa aku akan memulai suatu hidup baru. badan ku masih terkulai lemas, karena memang saat itu aku masih terserang virus campak. seluruh tubuhku masih telihat kemerahan, sebelumnya aku juga terserang penyakit yang menurutku begitu mematikan. bagaimna tidak ? untuk makan saja susahnya minta apun, obatnya pun pahit sekali.
tak ku saiakan waktu yang terus berganti tanpa berniat untuk bernegosiasi pada ku.
semoga niat ini menjadi obat agar aku sembuh.
" Maa. . barang" aak lah di bungkus gale e lom ?" tanya ku pada ibu,
" Lah, ak, mandi gi lahh, lah berpae hari dk asi mndi, mandi" jawab ibu.
"Aoklahh, ngah ucok jam berape nk nganter kite ?"
ngah Ucok adalah paman ku yng akan mengantarkan ku kesana.
"tadi mama mintak jam 7.30 ke rumah, maka tu cepet men lah, " jawab ibu.
"Aoglah gee. . " gerutu ku.
akhirnya waktu tepat menunjukkan pukul 7.30.21 WIB.
akhh. .saatnya pergi,
merajut mimpi,
membuat pribadi,
perbaiki diri (benarkah itu ?)
***************************
to be contiuned


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home